Irma Lumiga, Dari Banyuwangi Hingga Puerto Rico

Seorang anak desa, yang awalnya bermimpi menjadi orang kaya, ingin hidup sejahtera dan ingin sukses, sekarang justru menjadi designer papan atas untuk sebuah brandnya Lumiga Fashion. Yes, beliau adalah Irma Lumiga.

24 Mei 2015 lalu, saya menghadiri acara Grand Final Inspiring Woman Competition 2015 yang diadakan di Kantor Pusat Indosat. Sharing session Ibu Irma Lumiga adalah pukul 13.30 sesaat setelah makan siang. Saat itu saya agak sibuk di VIP room (changing room), karena saya ingin persiapan acara fashion show yang akan berlangsung setelah acara sharing session dari Ibu Irma Lumiga ini. Yess, kemarin saya diculik oleh salah satu peserta IWPC 4 untuk menjadi salah satu peserta dari fashion show.

E-flyer Wanita & Karya

E-flyer Wanita & Karya

Tapi karena saya ingin mendengar sharingnya, langsung saja persiapannya saya tinggal dan bergegas menuju audiotorium. Makan siang saya saat itu bener-bener kilat. Karena saya hanya punya waktu singkat untuk segala persiapannya 🙂

Oleh karena itu saya agak kurang mendengar Ibu Irma menceritakan pengalaman dan masa kecilnya dulu. Tapi, saya mencoba untuk sharing disini

Sharing session Irma Lumiga

Sharing session Irma Lumiga

Beliau mengawali karirnya menjadi seorang security. Sejak kecil ia tinggal bersama ayahnya (Pakde yang dianggap seperti ayahnya sendiri). Sejak kecil Ibu Irma mendapat perlakuan tidak enak oleh ayahnya ini. Sering dipukuli di bagian kepalanya. Dan sejak kejadian itu, Ibu Irma menjadi trauma sampai sekarang. Makanya, sekarang Ibu Irma menjadi sangat sensitif akan kepalanya. Saat Ibu Irma menceritakan ini, ia sampai menangis kembali, saking betapa kejadian ini sangat mendarah daging baginya. Dan gak pengin kejadian ini terulang sampai kapanpun.

Sejak kecil ia punya cita-cita dan mimpi besar. Ingin menjadi orang kaya. Ya, Ibu Irma memang bukan dari keluarga yang serba berkecukupan. Justru sebaliknya. Demi memuaskan hatinya, kalau ia berangkat kerja (naik ojek), ia selalu minta diturunkan dekat parkiran mobil-mobil mewah. Dan berjalan lagaknya seperti orang yang punya mobil mewah. “Gak ada salahnya kan kalau saya berjalan seperti ini? Seperti orang kaya.” Setiap hari ia lakukan seperti itu.

Kalau boleh memilih, Ia sebenarnya tidak ingin menjadi security. Ia pengin hidup layak, punya jabatan atau pekerjaan yang bagus di perkantoran. Tidak usah upacara setiap hari, hormat kepada atasan setiap hari, sampai-sampai ia hapal sekali gerakan hormatnya itu.

Ia pernah bernazar dan berucap kepada ayahnya, “Pak, suatu saat saya ingin sekali membeli mobil mewah ini.” Sambil ia tunjuk mobil tersebut. Tapi ucapannya itu sempat ditertawakan oleh ayahnya, “Hahaa….Nduuk… ndukk.. ndak usah mimpi kamuu. Lha wong mobil mewah itu mau dapat uang darimana kamu?” Ia langsung menjawab, “Pokoknya ada! Saya janji, saya akan beli mobil itu!”

Ibu Irma sempat merasa sakit hati, apa ia tidak boleh hidup layak seperti orang-orang? Setiap hari ia merasakan bagaimana susahnya hidup.

Sampai suatu ketika, di kantornya sedang ada cara pentas seni. Lalu ia memberanikan diri untuk mengisi acara tersebut dengan bernyanyi. Bosnya sempat bertanya, “Emangnya kamu bisa apa?” Ia menjawab, saya mau bernyanyi pak.” Bosnya saat itu sempat underestimed terhadap kompetensi ibu Irma.

Selesai Ibu Irma bernyanyi diatas panggung, semua orang nampak terkesima, dan memberikan big applause untuknya. Semua orang tidak menyangka bahwa Ibu Irma punya suara yang cukup indah. Termasuk bosnya sendiri. Satu impiannya, ia ingin karirnya gak melulu di security. Ia ingin orang melihatnya ada potensi lain yang dimilikinya. Seperti contohnya bernyanyi ini.

Sejak saat itu ia sering mendapat tawaran untuk mengisi di berbagai acara-acara, pernikahan, ulang tahun, peresmian gedung, dan sebagainya.

Sekarang Ibu Irma mempunyai label fashion sendiri yang bernama Lumiga Fashion. Dan sudah berhasil ekspor ke negara Puerto Rico, Australia, dan sebagainya.

Flash back sedikit, awal dari Ibu Irma ekspor karena ia punya beberapa kenalan bule semasa ia kerja dulu. Karena tempat tinggalnya di Bali, setiap hari ia berinteraksi dan bernetworking dengan berbagai bule dari manca negara. Dulu sih belum ada yang namanya social media, jadi sistem marketing yang ia lakukan ya door too door. Alias menawarkan satu persatu barang dagangannya. Ya Alhamdulillahnya dari beberapa yang ia tawarkan, beberapa diantaranya suka dan tertarik dengan produknya.

Ibu Irma menawarkan produknya kepada bule-bule tersebut. Didatanginyalah satu persatu, dan menawarkan kepada mereka. Ia tidak ada rasa takut ataupun malu sama sekali. Nah, dari situlah awal ia ekspor. Sampailah ia kenal dengan negara Puerto Rico, negara yang menjadi langganannya tempat ia ekspor.

Total sudah 14 tahun Lumiga Fashion berjalan. Dan sudah memperkerjakan ratusan pegawai. Sesaat lagi ia punya rencana untuk membangun sekolah gratis di Bali. Cita-citanya ia hanya ingin mengentaskan kemiskinan dan menambah lapangan kerja. Karena ia pernah merasakan betapa tidak enaknya hidup miskin, hidup serba berkekurangan dan susahnya mencari kerja. Wah Bu, semoga aja cita-cita mulia ibu bisa dilancarkan dan dijabah oleh Allah SWT ya bu 🙂

Ada beberapa tips dan pesan yang menjadi point penting dalam sharingnya kali ini. Dan saya merangkumnya menjadi seperti ini :

1. Jangan pernah takut gagal. Karena gagal adalah proses awal dari kesuksesan.

Kamu jangan mengiran Ibu Irma tidak pernah gagal. Justru ia seringkali gagal. Yang namanya ditipu orang, sampai orderannya tidak dibayar, itu sudah pernah dialaminya. Bahkan nominalnya juga tidak sedikit, milyaran bo!

2. Amati pasar.

Kalau kita ingin membuat sebuah produk, kita harus tahu pasar atau target market kita siapa. Siapa yang nantinya akan memakai produk kita? Umur berapa? Laki-laki atau wanita? Dan sebagainya.

3. Harus pede menawarkan diri.

Jangan pernah orang berpikiran negatif, jangan biarkan ketakutan meliputi pikiran kita. Pede itu tinggal diasah dan digali.

4. Sertakan Tuhanmu di dalam diri dan bisnis kita.

Insyallah apapun bisnismu, sertakan Tuhan, dan berdoa padaNya. Minta apa yang kamu butuhkan. Niscaya Tuhan akan bantu apapun kesulitanmu. Karena Ibu Irma pernah mengalaminya.

5. Manfaatkan social media.

Sekarang jaman sudah semakin mudah. Mudahnya akses ke social media, murahnya biaya internet, mempermudah pemasaran kita.

6. Jangan lupakan kodrat kita sebagai wanita dan istri.

Jika kita sudah sukses, penghasilan kita melebihi dari suami, ingat ya, kodrat kita adalah tetap sebagai istri. Sebagai wanita. Kita wajib tunduk kepada perintah suami 🙂

7. Tanamkan keinginan (dibayangkan melalui quantum of secret).

8. Maksimal mengalami kegagalan hanya 1 bulan saja.

Silakan kamu bisa bernangis-nangis dan terpuruk jika kamu mengalami kegagalan. Tapi tolong diberi tenggat waktu, kesedihan kamu hanya boleh 1 bulan saja. Selanjutnya, bangkitlah dan maju terus. Jika produk kita gak laku, cari apa penyebabnya.

9. Power of Giving.

Jika bisnis kamu sudah mulai menghasilkan, jangan lupa untuk bersedekah. Tidak harus dalam bentuk materi. Tapi bisa juga dari pengetahuan. Seperti yang Ibu Irma lakukan hari ini. Apa yang ia sharing saat ini wajib di sharing kembali kepada orang banyak. Semoga semakin banyak orang yang merasakan ilmu dan berkahnya. Ingat prinsip hidup, dengan banyak memberi, semakin banyak juga yang kita dapatkan.

10. Dengan karyawan dan owner jangan sampai ada batasan.

Nah, seringkali suka ada gap nih antara owner dan karyawan. Ibu Irma mencontohkan bahwa saat ini karyawan-karyawannya loyal kepada perusahannya itu berkat sikapnya yang ‘down to earth’ kepada karyawannya itu.

Tuhan sudah menciptakan wanita-wanita kreatif. Siapa yang bermimpi menjadi orang sukses, yakinlah, besok bisa menjadi orang sukses!

Tanamkan kepada anak-anak kita bahwa mereka juga harus mempunyai impian.

Memantau suami adalah suatu keberkahan.

Tunjukkan apa yang kita bisa? Membantu penghasilan suami itu berkah dan halal kok. Dianjurkan dalam agama.

Dan yang terpenting :

Jadi miskin itu tidak enak.

Tapi jadi orang kaya itu penting.

Gimana sharing dari Ibu Irma Lumiga diatas? Cukup bikin jleb ya? Yang pasti pesan-pesannya ini akan selalu saya ingat dan saya praktekkan. Insyallah saya bisa konsisten dan terus menjaga mimpi-mimpi saya 🙂

Akhir kata, terima kasih banyak kepada Ibu Irma Lumiga yang telah berbagi dan meluangkan waktunya untuk WPC di acara ini. Special dari Bali ke Jakarta hanya untuk menghadiri acara ini.

Doakan kami-kami mengikuti jejak ibu ya, kami bisa ekspor dan bisa menjadi ‘perahu sekoci’ yang sukses untuk keluarga kami  🙂 Amiin.

Camera 360

Camera 360

Advertisements

One thought on “Irma Lumiga, Dari Banyuwangi Hingga Puerto Rico

  1. Suka artikel ini, ngasih “suntikan” semangat untuk terus belajar dan suatu saat dapat menggapai mimpi2 yang belum tercapai. Amin.

    Thank you and Keep sharing ya mak :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s