Kunci Utama Kesuksesan : Hanya Yakin dan Percaya Diri

Sharing Session with Pak Afrizal owner www.bajupoeti.com

Fashion Club TDA Depok, 12 Juni 2011

 

Pagi ini saya sempatkan diri untuk menghadiri Fashion Club TDA Depok, karena ada 2 orang narasumber yang saya anggap penting sekali untuk dibagikan kisah suksesnya.

Perkenalan Pak Afrizal

Pak Afrizal, tinggal di Cikarang, kelahiran Kab Agam, Sumatera Barat pada tanggal 15 September 1969. Pendidikan terakhir di Pasca Sarjana Informatika ITB. Karena latar belakang keluarganya adalah kebanyakan jadi saudagar (pedagang), itulah yang membuat beliau bisa berkecimpung di dunia wiraswasta. Kenapa mencoba berdagang? Karena kebanyakan teman-temannya mempunyai toko di Tanah Abang. Dan menawarkan produknya untuk dijual kepada beliau.

Tahun 1997…mengawali dengan berdagang baju anak. Tahun 1998 beliau mencoba peruntungan untuk usaha jual beli mobil bekas. Tapi sepertinya keberuntungan belum berpihak kepadanya. Tahun 2006 sudah mulai kenal yang namanya TDA, mulailah beliau mencoba untuk berjualan baju muslim, khususnya baju-baju anak bermerk poeti. Perjalanan usahanya dimulai dari hanya sekantong plastik besar baju poeti yang dibawanya ke kantor. Alhamdulillah dapat 2 pelanggan di tahun 2006. Awal modalnya hanya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah). Merasa arus kasnya baik, pembelanjaan kedua meningkat menjadi Rp. 5.000.000,-.  Lalu pembelanjaan berikutnya meningkat lagi menjadi Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dan seterusnya. Dashyatnya, pada saat itu omsetnya sudah mencapai 600juta selama 6 bulan, sudah melebihi gajinya sebagai manager di kantor.

  • Teringat akan pepatah bijak ‘bahwa kalau ingin sukses, beranilah untuk membakar kapal sendiri’ dan itu menjadi suatu challenge oleh beliau. Tanggal 1 mei 2007 adalah tanggal bersejarah baginya, beliau positif resign dari kantornya. Tekadnya untuk resign adalah tidak mau lagi mengirim lamaran lagi (bergaul dengan orang yang tepat)

Karena keterbatasan modal, beliau memanfaatkan ruang tamunya menjadi tempat workshopnya. Sedikit demi sedikit uang dikumpulkan untuk membeli rak, yang berawal dari modal 800ribu.

Beliau memasarkan produknya melalui offline. Caranya unik lho 🙂 beliau punya tips-tips yang mungkin bisa kita terapkan. Beliau berpesan, kalau mau pemasaran yang baik, yaitu :

  1. Awali dari hubungan keluarga atau pertemanan. Itu sangat-sangat efektif. Karena 1x orang berbicara (testimony) tentang diri kita, biasanya itu cepat menyebar kemana2. Yang tentunya sebisa mungkin menjaga citra baik kita di lingkungan kita.
  2. Aktif di berbagai kegiatan yang ada sekitar rumah atau aktivitas kita, seperti kegiatan PKK, silahturahmi, dsb.
  3. Selalu siap sedia catalog di rumah. Jadi misalnya ada tamu yang berkunjung ke rumah, mereka jadi tahu tentang produk kita.
  4. Jangan pernah malu untuk ‘berdagang’. Mulailah dari tetangga2 sekitar. Kalau memperkenalkan produk kita ke oranglain ke tetangga saja malu, bagaimana menawarkan kepada oranglain? 🙂 Kalau mau jadi sukses itu gak boleh kenal kata malu.  Selalu yakin dan percaya diri.
  5. Ikut di setiap kesempatan bazaar (walaupun tidak sering)

Di awal memasarkan baju poeti, di setiap kesempatan pak Afrizal mempromosikan usahanya, saat ketemu saudara, ngantri di loket PLN, pas potong rambut, dll. Cara ini membuat orang ingat dengan pak Afrizal dan usahanya. Misalnya langsung berkenalan dan membagikan kartunama/brosur.

Pemasaran baju poeti banyak terbantu oleh reseller atau agen2nya. Dan diantara reseller2nya itu sebagian adalah keluarganya sendiri. Resellernya sudah mencapai diluar pulau Jawa.

Langkah berikutnya, Pak Afrizal mengenal yang namanya dunia internet. Dia dibuatkan web oleh temannya www.bajupoeti.com di tahun 2007. Ini pengungkit berkembangnya usaha Pak Afrizal. Bermula dari blog yaitu http://www.katalog-poeti.blogspot.com/ dan http://poeticollection.blogspot.com, yang berbasis gratisan. Dia berpikir usahanya akan gencar dengan promosi lewat blognya. Tapi ternyata salah. Cara lain yang beliau pakai yaitu, Pak Afrizal selalu membubuhkan alamat blognya pada signature email, setiap kali beliau mengirim email, surat penawaran, dsb.

Toko Online Baju Poeti

 

Bagaimana mendapatkan pelanggan?

  1. Beliau mulai aktif di setiap milis, seperti milis teman sekolah, lingkungan kerja dulu, lingkungan rumah, aktivitas, milis sesuai bidangnya (fashion) sampai hobbynya.
  2. Selain milis, media yang paling efektif untuk pemasaran yaitu, lewat YM (karena gratis gak pakai uang), promosi kepada contact YM kita.
  3. Minta komentar teman tentang blog kita.
  4. SMS. Walaupun sedikit terdengar klasik, tapi pemasaran lewat SMS masih terasa efektif. Karena messange yang kita kirimkan, masih tersimpan di handphonenya. Suatu saat dia butuh, dia pasti menghubungi kita.

Nah, bagaimana mendapatkan nomor2 tersebut? Bisa dari majalah2 islami seperti Ummi, hidayah, dll (yang tentunya sesuai dengan market kita) jangan sampai salah sms, yang bukan sesuai bidang kita. Bisa saja dia tidak akan menyimpan nomor kita, mungkin bisa-bisa saja dihapus SMSnya.

Beriklanlah dengan baik dan tepat sasaran.

Bagaimana mencapai kesuksesan?

Awali semua passion kita dengan mimpi. Buatlah mimpi besar. Nantinya kita mau menjadi seperti apa. Misalnya saja beliau, ingin naik haji di tahun 2007. Beliau menempelkan foto2 Mekkah di setiap sudut2 rumahnya. Dan Alhamdulillah di tahun 2007 beliau bisa naik haji bersama dengan keluarganya. Subhannallah!!

Keinginan Naik Haji tercapai di tahun 2007

 

Impiannya untuk ke Mekkah

Teruslah Bermimpi untuk menjadi yang 'besar'

 

Bahagia bersama SOLO pandawa

 

Bagaimana menghadapi penumpukan stock?

Sebagai reseller-pun beliau menyadari pasti ada moment dimana penumpukan stock. Beliau mensiasatinya dengan menjualnya dengan harga sedikit lebih tinggi dari harga modal (minimal tidak rugi). Dan maksimal barang di tokonya yaitu 2 minggu. Karena dari produsen poeti-nya sendiri sudah ada barang baru.

Bagaimana menghadapi masa panen (puasa dan lebaran)?

Biasanya beliau sudah stock 2 bulan setelah lebaran. Untuk persiapan lebaran berikutnya. Jadi jika kita stock 3 bulan sebelum lebaran itu sudah terlambat. Karena 3 bulan sebelum lebaran adalah masa-masa stock oleh distributor atau resellernya. Omset selama 1 tahun 800juta. Dan uang sebesar itu bukan uang sendiri, tapi pencapaian oleh resellernya, atau distributor2nya.

Beliau update design per 3bulan.

1 hal penting yang beliau sampaikan, bahwa jika omset kita mencapai 800juta setahun, sangat tidak mungkin di tahun berikutnya 4x omset kita sebelumnya. Maksimal pencapaian omset adalahhanya 2x.

Terakhir, yaitu menjaga silaturahim dengan agen/pelanggan. Ada kalanya sebagai pelaku pedagang sepi akan orderan (apalagi jika momentnya setelah lebaran). Disini peran kita untuk menjaga silahturahmi kepada pelanggan kita. Rajin tegur sapa. Sehingga yang tadinya lama tidak melakukan order, setelah sekian lama akhirnya jadi melakukan order (konversi).

Akhir kata, beliau menyampaikan :

Sekarang saya sudah fokus dibisnis. banyak keajaiban yang saya rasakan dan nikmati dalam berbisnis. Ini semua adalah berkah dari Allah SWT 🙂

 

Least but not last, session foto2 bersama 🙂

Foto-Foto bersama

 

Advertisements

2 thoughts on “Kunci Utama Kesuksesan : Hanya Yakin dan Percaya Diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s